Membangun budaya digital yang sehat dan positif DPKD selenggarakan Literasi Digital

Dompu – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) Kabupaten Dompu mengadakan Lokakarya Literasi Digital pada Selasa (26/8/2025), yang bertempat di Ruang Layanan Kepustakaan DPKD Dompu. Kegiatan ini mengusung tema “Merajut Kearifan Lokal, Membangun Generasi Cakap Digital” dan dihadiri 50 peserta, mayoritas berasal dari kalangan pendidik.

Acara dibuka langsung oleh Kepala DPKD Kabupaten Dompu, Ir. Wahidin, M.Si. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa literasi digital merupakan kebutuhan yang tak terelakkan di era modern.

Wahidin juga menegaskan bahwa DPKD Dompu berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan literasi dalam berbagai bidang, salah satunya melalui penguatan pemahaman digital di kalangan generasi muda agar mampu bersaing secara global tanpa tercerabut dari akar budaya.

Dwi Erza ZSD, S.IP., M.Si., yang merupakan Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten Dompu, hadir sebagai narasumber pertama. Dalam pemaparannya, ia menyampaikan tentang etika dan empati di ruang digital dalam mewujudkan budaya internet yang sehat dan positif "internet telah menjadi bagian tak terpisahkan mengingatkan bahwa masifnya penggunaan internet seperti dua sisi mata pisau yang yang dapat membawa dampak positif namun memiliki dampak negatif yang dapat merusak bahkan menghancurkan"

Sekdis Kominfo yg akrab di sapa Bang Erza ini juga membahas terkait peran dan strategi Dinas Kominfo dalam transformasi digital serta mengenalkan empat komponen utama literasi digital, yakni:

1. Keterampilan Digital (Digital Skills)
2. Budaya Digital (Digital Culture)
3. Etika Digital (Digital Ethics)
4. Keamanan Digital (Digital Safety)

Ia menyoroti pentingnya etika digital dalam menjaga ruang siber yang sehat dan aman. Etika digital, menurutnya, harus dilandasi oleh empati agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam komunikasi daring.

“Komunikasi digital seringkali tidak menyertakan ekspresi wajah atau bahasa tubuh. Maka, empati digital sangat penting untuk mencegah konflik dan membangun relasi yang sehat,” ucapnya.

Ia pun memberikan contoh konkret seperti menghargai privasi, tidak menyebar hoaks, menggunakan bahasa yang santun, serta menghormati perbedaan.

Sementara itu, Hasrawati, ST., M.Pd. guru SMKN 2 Dompu sekaligus dosen STKIP YAPIS Dompu menyampaikan materi bertema “Pemanfaatan Digitalisasi dalam Era Kontemporer.” dan juga memberikan pelatihan praktis kepada para guru mengenai cara mengoperasikan teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) dalam mendukung proses belajar-mengajar.

Kegiatan yang dipandu oleh moderator Ade Adriani, S.Pd. ini berlangsung interaktif dan penuh antusias. Para peserta terlihat aktif mengikuti paparan dan diskusi, serta terlibat dalam praktik digital yang disediakan.

Lokakarya ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membentuk masyarakat Dompu yang melek digital, namun tetap berakar kuat pada nilai-nilai lokal yang menjadi identitas dan kekuatan budaya daerah. (TM KOMINFO)

Facebook Comments